Home » » Kekuatan Pihak Pandawa

Kekuatan Pihak Pandawa

Bismillaahirrahmaanirrahiim - By : PUSAT PEMBUATAN MINYAK KECETIT SURABAYA | Call : 0878 5508 1688

PUSAT PEMBUATAN MINYAK KECETIT SURABAYA

Kekuatan Perang Pihak Pandawa

Pasukan PANDAWA dibagi menjadi 7 Divisi (aksohini) dengan total pasukan 1.530.900 prajurit. Setiap Divisi (aksohini) dipimpin oleh Raja Drupada dan kedua putranya, yakni... Pangeran Drestadyumna dan Srikandi dari Panchala, Raja Wirata dari Matsya, Satyaki, Cekitana dan Bima. Setelah berunding dengan para pemimpin mereka, para Pandawa menunjuk Drestadyumna sebagai Panglima Perang pasukan Pandawa.

Kitab Mahabharata menyebutkan bahwa seluruh kerajaan di daratan India utara bersekutu dengan Pandawa dan memberikannya pasukan yang jumlahnya besar. Beberapa di antara mereka yakni: Kerajaan Kekeya, Kerajaan Pandya, Kerajaan Chola, Kerajaan Kerala, Kerajaan Magadha, dan masih banyak lagi.

Divisi Pasukan dan Persenjataan

Pasukan tersebut dibagi ke dalam aksohini (divisi) dengan Perbandingan jumlah mereka adalah 1:1:3:5. Setiap aksohini berjumlah 218.700 prajurit yang terdiri dari :
  • 21.870 pasukan berkereta kuda.
  • 21.870 pasukan penunggang gajah.
  • 65.610 pasukan penunggang kuda.
  • 109.350 tentara darat (infantri).

PERSENJATAAN :

Senjata yang digunakan dalam perang di Kurukshetra merupakan senjata kuno dan primitif, contohya... panah, tombak, pedang, golok, kapak-perang, gada, dan sebagainya.

Para ksatria terkemuka seperti Arjuna, Bisma, Karna, Aswatama, Drona, dan Abimanyu, memilih senjata panah karena sesuai dengan keahlian mereka. Bima dan Duryodana memilih senjata gada untuk bertarung. Meskipun demikian, tidak selamanya ksatria tersebut hanya menggunakan satu jenis senjata saja. Kadangkala, Bima menggunakan panah, sedangkan Abimanyu menggunakan pedang.

ATURAN PERANG

Dua pemimpin tertinggi dari kedua belah pihak bertemu dan membuat "peraturan tentang perlakuan yang etis" (Dharmayuddha) sebagai aturan perang. Peraturan tersebut sebagai berikut :
  • Pertempuran harus dimulai setelah matahari terbit dan harus segera dihentikan saat matahari terbenam.
  • Pertempuran satu lawan satu; tidak boleh mengeroyok prajurit yang sedang sendirian.
  • Dua kesatria boleh bertempur secara pribadi jika mereka memiliki senjata yang sama atau menaiki kendaraan yang sama (kuda, gajah, atau kereta).
  • Tidak boleh membunuh prajurit yang menyerahkan diri.
  • Seseorang yang menyerahkan diri harus menjadi tawanan perang atau budak.
  • Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang tidak bersenjata.
  • Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit yang dalam keadaan tidak sadar.
  • Tidak boleh membunuh atau melukai seseorang atau binatang yang tidak ikut berperang.
  • Tidak boleh membunuh atau melukai prajurit dari belakang.
  • Tidak boleh menyerang wanita.
  • Tidak boleh menyerang hewan yang tidak dianggap sebagai ancaman langsung.

Peraturan khusus yang dibuat untuk setiap senjata mesti diikuti. Sebagai contoh, dilarang memukul bagian pinggang ke bawah pada saat bertarung menggunakan gada.

Bagaimanapun juga, para kesatria tidak boleh berjanji untuk berperang dengan curang. Meskipun aturan perang telah disepakati, banyak prajurit dan kesatria dari kedua belah pihak yang melanggarnya, dan tidak jarang mereka melakukannya.

FORMASI MILITER

Formasi militer adalah hal yang penting untuk mencapai kemenangan dalam peperangan. Dengan formasi yang baik dan sempurna, maka musuh juga lebih mudah ditaklukkan. Ada beberapa formasi militer yang disebutkan dalam Mahabharata, masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri. Beberapa macam formasi militer tersebut sebagai berikut :
  • Krauncabyuha (formasi bangau).
  • Cakrabyuha (formasi cakram/melingkar).
  • Kurmabyuha (formasi kura-kura).
  • Makarabyuha (formasi buaya).
  • Trisulabyuha (formasi trisula).
  • Sarpabyuha (formasi ular).
  • Kamalabyuha atau Padmabyuha (formasi teratai).

Sulit mengindikasi dengan tepat makna dari nama-nama formasi tersebut. Nama formasi mungkin saja mengindikasi bahwa sebuah pasukan memilih suatu bentuk tertentu (seperti elang, bangau, dll.) sebagai formasi, atau mungkin saja nama suatu formasi berarti strategi mereka mirip dengan suatu hewan/hal tertentu.


--- oOo ---

Sumber :
http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_di_Kurukshetra

0 komentar:

Posting Komentar